Jumat, 04 Oktober 2013

Tutorial Awal

Logo WordPress 3D yang di posting kemarin pakai Google SketchUp? Iya. Kenapa ‘Google SketchUp’? Gampang.. kata Google. Pastinya, dia yang bikin.
Gampang menurut Google karena obyek 3D bisa dibangun hanya oleh 2 elemen dasar, ‘garis‘ dan ‘bidang datar‘ (permukaan). Bidang di”melar”kan ke berbagai arah hingga terbentuk obyek 3D seperti contoh gambar rumah di samping.


Konsep, Teori

Kalau begitu menciptakan sebuah obyek 3D di ‘Google SketchUp’ cukup dengan 3 alat bantu atau ‘kakas‘ (tool) saja seperti ini,
Belajar Google SketchUp 8 Konsep
pengisi ruang kiriBelajar Google SketchUp 8 Pencil       Belajar Google SketchUp 8 Push-Pull Belajar Google SketchUp 8 Orbit
Pensil‘ (‘Line’) dipakai untuk membuat ‘garis’ (border) dan ‘bidang datar’ (2D); ‘Push/Pull‘ untuk me”melar”kan bidang datar jadi obyek 3D; ‘Orbit‘ untuk mengubah sudut pandang obyek 3D yang perlu saat menyunting.
Betul gampang kalau membuat 3D sesederhana ini; ikon juga lumayan intuitif, mudah difahami. Tapi ini ‘kan teori. Pelaksanaannya, gampang juga?
Kita coba menjelajah ‘Google SketchUp’.

P r a k t i k

Download program di situs Google SketchUp (versi 8.0, 63 MB).
Instal dan jalankan.
Dapatkan ketiga kakas di atas. Cari juga 3 kakas lain untuk membantu pembuatan obyek 3D kita, ‘Select‘, ‘Move/Copy‘, dan ‘Pan‘. Mudah dikenali, ada tulisan di ikonnya.
Oke semua ketemu, kita mulai. Kita akan menggambar contoh rumah di atas.

Belajar Google SketchUp 8 SumbuRuang gambar
— 3-sumbu jadi acuan menggambar 3D:
merah‘ (kiri-kanan), ‘hijau‘ (depan-belakang), ‘biru‘ (atas-bawah). Atur pandangan ruang gambar dengan ‘Orbit’ (dan ‘Pan’) sehingga obyek terlihat jelas di arah ketiga sumbu tersebut.
2D: Bidang, permukaan — Gambarlah sebuah bidang datar memakai ikon ‘Persegi’. ‘Orang’ belum diperlukan, boleh dihapus. Orang jadi acuan kasar saat menentukan ketinggian obyek 3D (rumah, bangunan, kursi, meja, tempat tidur, dll.).
3D: Balok — gunakan ikon ‘Push/Pull’, tarik ke atas sejajar sumbu ‘biru’ untuk membuat ketinggian. Jadi sudah obyek 3D kita.
Atap — ganti dengan ikon ‘Pensil’. Telusuri salahsatu tepi hingga ketemu titik-tengah warna ‘hijau’, dan klik. Gambar garis ke tepi di seberangnya juga di titik-tengah, dan klik. Garis ini calon atap.
Sekarang ikon ‘Move’. Telusur garis atap hingga ketemu titik-tengah warna ‘hijau’. Tekan dan tahan tombol [Shift], tarik keatas sejajar sumbu ‘biru’. Perhatikan gambar sumbu ‘biru’ tipis bertulisan ‘On Blue Axis’ kalau tepat sejajar. Horee… rumah induk jadi.

Belajar Google SketchUp 8 MoveRumah ‘anak’
— dengan cara yang sama buat rumah berukuran lebih kecil di sebelah rumah induk. Tarik alas ‘persegi’ dengan ‘Push/Pull’ sehingga ketinggian sama dengan tinggi rumah induk.
Tahunya sama? Sambil menarik ke atas, simpangkan ikon ‘Push/Pull’ ke bangunan induk. Ada garis putus-putus bertulisan ‘On Edge’. Stop, tinggi sudah sama.
Lanjutkan dengan membuat atap. Jadilah rumah ‘anak’.
Menggabungkan 2 obyek — rumah anak akan kita ‘lebur’ ke bangunan induk. Blok seluruh rumah anak (garis biru tebal). Pakai ikon ‘Move’ untuk menggeser rumah anak ‘menembus’ bangunan induk. Stop, saat ujung atap rumah anak tepat menyentuh atap rumah induk.
Tahunya tepat menyentuh? Tempatkan ikon ‘Move’ pas di ujung atap rumah anak. Begitu menyentuh atap rumah induk, muncul tulisan ‘On Face’.
Rumah ‘induk’ dan ‘anak’ belum lebur. Masih ikon ‘Move’, klik kanan. Pilih ‘Intersect’ dan klik ‘Intersect Model’. Lebur.
Horee… rumah kita akhirnya jadi!

Lanjut…

Belum puas! ‘Orang’ itu masihkah ada di dalam? Kasihan. Oke, kita buatkan jendela agar bisa bernafas. Pakai ‘Persegi’ untuk menggambar jendela. Dinding mana, terserah. Sudah jadi, klik jendela dan tekan [Del]. Bolong! Syukurlah, masih ada dia.
Bayangan bisa? Klik menu [View]-[Shadow]. Ada bayangan sekarang. Asyik!
Boleh dong ada warnanya. Banyak maunya ‘nih. Oke, klik ‘Kaleng Cat’, muncul menu, pilih ‘Roofing’ untuk atap dan silakan klik jenis atapnya. Tuangkan ‘cat’ di atas atap!
Belajar Google SketchUp 8 Simple HouseLanjutkan bikin pintu, dinding dicat, jendela diberi kaca (ulangi gambar ‘Persegi’ di jendela bolong lalu ‘cat’ dengan bahan tembus pandang ‘Translucent’)… dst., dst. Kira-kira hasilnya seperti di samping. Cantik, ya.
Update (terlupakan): klik menu [Window]-[Component]; ada pohon, mobil, bangku taman di sana untuk menyemarakkan rumah. Update gambar di samping menyusul segera… (sudah)

Jumat, 06 September 2013

Lukisan 3D Terbesar Di Dunia

Lukisan 3D Terbesar di Dunia

Guinness World Record telah mencatat rekor baru untuk lukisan 3D terbesar di dunia mengalahkan rekor sebelumnya yang dicetak oleh orang yang sama.

Cahaya Lentera: berbagi cerita menarik, fenomena, mitos, rekor dunia, serba serbi, hot info, kontroversi, penemuan baru, tehnologi dan kejadian aneh lainnya di sekitar kita.

Sepintas tampak sekelompok orang sedang berdiri di atas seutas tali yang menggantung di sebuah jurang. Sementara di sisi kiri dan kanan tampak air terjun besar. Kesalahan sedikit saja, mereka bisa jatuh dan ditelan oleh air terjun.

Lukisan 3D Terbesar di Dunia

Lukisan 3D Terbesar di Dunia

Lukisan 3D Terbesar di Dunia

Tapi itu tidak akan pernah terjadi, karena sekelompok orang ini sedang berfoto di atas sebuah lukisan 3D yang sebelumnya telah dinobatkan sebagai yang terbesar di dunia.

Adalah seniman Cina bernama Qi Xinghua yang – sang pemegang rekor 2x berturut-turut, membuat sebuah lukisan 3D yang diberi nama ‘Lions Gate Gorge’ di alun-alun depan sebuah pusat perbelanjaan Baiyan Wanda Plaza, di Guangzhou (sumber: chinanews.com).

Lukisan ini dibuat di atas lantai dengan ukuran panjang 32 meter dan lebar 23 meter, dan bantuan tembok setinggi 6 meter. Butuh 1 bulan untuk menyelesaikan lukisan dengan luas total 892.15 meter persegi ini. Rekor lukisan sebelumnya seluas 535.3 meter persegi.

“Saya terinspirasi dari karya seniman Amerika, Kurt Wenner, yang mulai melukis jalanan di Roma sejak 1982,” kata Qi Xinghua yang tamatan China Central Academy of Fine Arts dan penganut seni anamorphic, seniman dengan keahlian tehnik tinggi untuk menciptakan ilusi.

Yang pasti perjalanan ke mal Baiyan Wanda menjadi lebih menyenangkan, pengunjung bisa foto-foto dulu sebelum berbelanja…

Sejarah Patung Liberty

Patung Liberty merupakan salah satu simbul kebesaran Amerika yang berdiri megah di New York City.

Cahaya Lentera: berbagi cerita menarik, fenomena, mitos, rekor dunia, serba serbi, hot info, kontroversi, penemuan baru, tehnologi dan kejadian aneh lainnya di sekitar kita.

Umumnya, setiap monument memiliki latar belakang atau cerita sejarah masing-masing. Begitu pula dengan Patung Liberty.

sejarah patung liberty
sejarah patung liberty

Patung Liberty awalnya disebut ‘Liberty Enlightening the World’ (Liberty mencerahkan dunia). Patung ini merupakan hadiah persahabatan dari rakyat Perancis kepada rakyat Amerika Serikat sebagai simbul kebebasan dan demokrasi yang universal (kozar.wordpress.com).

Patung Liberty dipahat oleh seniman Frederic Bartholdi, anggota Lodge Masonik Alsace-Lorraine di Paris, Perancis. Merupakan replika dari Dewi Kebebasan (Liberty) Babilonia.

sejarah patung liberty

Pembuatannya secara fisik membutuhkan waktu sembilan tahun, 1875 – 1884. Patung dengan tinggi 46,5 m ini berwujud seorang wanita berdiri tegak membawa obor di tangan kanan dan buku di tangan kiri yang melambangkan pencerahan Amerika Serikat setelah mendapat kemerdekaan dari Inggris pada tanggal 4 Juli 1776. Rantai rusak pada kakinya melambangkan penggulingan tirani penjajahan.

sejarah patung liberty

Terhitung 167 langkah dari tanah menuju ke alas kaki patung, 168 langkah dari kaki hingga kepala, dan terdapat 54 anak tangga menuju ke lengan kanan yang memegang obor.

sejarah patung liberty

sejarah patung liberty

sejarah patung liberty

Siapapun yang bepergian ke New York, tentunya akan menyempatkan diri untuk sekedar melihat kemegahan Patung Liberty ini.

Senin, 18 Februari 2013

sejarah desain

Sejarah Awal Mula Design Grafis
Pelacakan perjalanan sejarah desain grafis dapat ditelusuri dari jejak peninggalan manusia dalam bentuk lambang-lambang grafis (sign & simbol) yang berwujud gambar (pictograf) atau tulisan (ideograf). Gambar mendahului tulisan karena gambar dianggap lebih bersifat langsung dan ekspresif, dengan dasar acuan alam (flora, fauna,landscape dan lain-lain). Tulisan/ aksara merupakan hasil konversi gambar, bentuk dan tata aturan komunikasinya lebih kompleks dibandingkan gambar. Belum ada yang tahu pasti sejak kapan manusia memulai menggunakan gambar sebagai media komunikasi. Manusia primitif sudah menggunakan coretan gambar di dinding gua untuk kegiatan berburu binatang. Contohnya seperti yang ditemukan di dinding gua Lascaux, Perancis.
Lambang/ aksara sebagai alat komunikasi diawali oleh bangsa Punesia (+ 1000 tahun SM), yang saat itu menggunakan bentuk 22 huruf. Kemudian disempurnakan oleh bangsa Yunani (+ 400 tahun SM) antara lain dengan mengubah 5 huruf menjadi huruf hidup. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya bangsa Romawi menetapkan alfabet dari Yunani tersebut menjadi 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.
Ketika perguruan tinggi pertama kali berdiri di Eropa pada awal milenium kedua, buku menjadi sebuah tuntutan kebutuhan yang sangat tinggi. Teknologi cetak belum ditemukan pada masa itu, sehingga sebuah buku harus disalin dengan tangan. Konon untuk penyalinan sebuah buku dapat memakan waktu berbulan-bulan. Guna memenuhi tuntutan kebutuhan penyalinan berbagai buku yang semakin meningkat serta untuk mempercepat kerja para penyalin (scribes), maka lahirlah huruf Blackletter Script, berupa huruf kecil yang dibuat dengan bentuk tipis-tebal dan ramping. Efisiensi dapat terpenuhi lewat bentuk huruf ini karena ketipis-tebalannya dapat mempercepat kerja penulisan. Disamping itu, dengan keuntungan bentuk yang indah dan ramping, huruf-huruf tersebut dapat dituliskan dalam jumlah yang lebih banyak diatas satu halaman buku.
Era Cetak
Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman, untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.
Tahun 1450 Guterberg bekerjasama dengan pedagang dan pemodal Johannes Fust, dibantu oleh Peter Schoffer ia mencetak “Latin Bible” atau disebut “Guterberg Bible”, “Mararin Bible” atau “42 line Bible” yang diselesaikanya pada tahun 1456. Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jerman terutama untuk hiasan buku. Pada masa itu juga berkembang corak huruf (tipografi). Ilustrasi pada masa itu cenderung realis dan tidak banyak icon. Seniman besarnya antara lain Lucas Cranach dengan karyanya “Where of Babilon”.
Pada perkembangan berikutnya, Aloys Senefelder (1771-1834) menemukan teknik cetak Lithografi. Berbeda dengan mesin cetak Guterberg yang memanfaatkan tehnik cetak tinggi, teknik cetak lithografi menggunakan tehnik cetak datar yang memanfaatkan prinsip saling tolak antara air dengan minyak. Nama lithografi tersebut dari master cetak yang menggunakan media batu litho. Tehnik ini memungkinkan untuk melakukan penggambaran secara lebih leluasa dalam bentuk blok-blok serta ukuran besar, juga memungkinkan dilakukannya pemisahan warna. Sehingga masa ini mendukung pesatnya perkembangan seni poster. Masa keemasan ini disebu-sebut sebagai “The Golden Age of The Poster”.
Tokoh-tokoh seni poster tehnik lithogafi (1836-1893) antara lain Jules Cheret dengan karya besarnya “Eldorado: Penari Riang” (1898), “La Loie Fuller: Penari Fuller” (1897), “Quinquina Dubonnet” (1896), “Enu des Sirenes” (1899). Tokoh-tokoh lainya antara lain Henri de Toulouse Lautrec dan Eugene Grasset.
Batasan Media Design Grafis
Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.
Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.
Prinsip dan Unsur Design
Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (“proportion”) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.
Perkembangan Design Grafis
Berikut ini merupakan peristiwa-peristiwa penting di dunia yang berperan dalam sejarah perkembangan desain grafis.
1851, The Great Exhibition
Diselenggarakan di taman Hyde London antara bulan Mei hingga Oktober 1851, pada saat Revolusi industri. Pameran besar ini menonjolkan budaya dan industri serta merayakan teknologi industri dan disain. Pameran digelar dalam bangunan berupa struktur besi-tuang dan kaca, sering disebut juga dengan Istana Kristal yang dirancang oleh Joseph Paxton.
1892, Aristide Bruant, Toulouse-Lautrec
Pelukis post-Impressionist dan ilustrator art nouveau Prancis, Henri Toulouse-Lautrec melukiskan banyak sisi Paris pada abad ke sembilan belas dalam poster dan lukisan yang menyatakan sebuah simpati terhadap ras manusia. Walaupun lithography ditemukan di Austria oleh Alois Senefelder pada tahun 1796, Toulouse-Lautrec membantu tercapainya peleburan industri dan seni.
1910, Modernisme
Modernisme terbentuk oleh urbanisasi dan industrialisasi dari masyarakat Barat. Sebuah dogma yang menjadi nafas desain modern adalah “Form follow Function” yang di lontarkan oleh Louis Sullivan.Symbol terkuat dari kejayan modernisme adalah mesin yang juga diartikan sebagai masa depan bagi para pengikutnya. Desain tanpa dekorasi lebih cocok dengan “bahasa mesin”, sehingga karya-karya tradisi yang bersifat ornamental dan dekoratif dianggap tidak sesuai dengan “estetika mesin”.
1916, Dadaisme
Suatu pergerakan seni dan kesusasteraan (1916-1923) yang dikembangkan mengikuti masa Perang Dunia Pertama dan mencari untuk menemukan suatu kenyataan asli hingga penghapusan kultur tradisional dan bentuk estetik. Dadaisme membawa gagasan baru, arah dan bahan, tetapi dengan sedikit keseragaman. Prinsipnya adalah ketidakrasionalan yang disengaja, sifat yang sinis dan anarki, dan penolakan terhadap hukum keindahan.
1916, De Stijl
Gaya yang berasal dari Belanda, De Stijl adalah suatu seni dan pergerakan disain yang dikembangkan sebuah majalah dari nama yang sama ditemukan oleh Theo Van Doesburg. De Stijl menggunakan bentuk segi-empat kuat, menggunakan warna-warna dasar dan menggunakan komposisi asimetris. Gambar dibawah adalah Red and Blue Chair yang dirancang oleh Gerrit Rietveld.
1918, Constructivism
Suatu pergerakan seni modern yang dimulai di Moscow pada tahun 1920, yang ditandai oleh penggunaan metoda industri untuk menciptakan object geometris. Constructivism Rusia berpengaruh pada pandangan moderen melalui penggunaan huruf sans-serif berwarna merah dan hitam diatur dalam blok asimetris.
1919, Bauhaus
Bauhaus dibuka pada tahun 1919 di bawah arahan arsitek terkenal Walter Gropius. Sampai akhirnya harus ditutup pada tahun 1933, Bauhaus memulai suatu pendekatan segar untuk mendisain mengikuti Perang Duni Pertama, dengan suatu gaya yang dipusatkan pada fungsi bukannya hiasan.
1928-1930, Gill Sans
Tipograper Eric Gill belajar pada Edward Johnston dan memperhalus tipe huruf Underground ke dalam Gill Sans. Gill Sans adalah sebuah jenis huruf sans serif dengan proporsi klasik dan karakteristik geometris lemah gemulai yang memberinya suatu kemampuan beraneka ragam (great versatility).
1931, Harry Beck
Perancang grafis Harry Back ( 1903-1974) menciptakan peta bawah tanah London (London Underground Map) pada tahun 1931. Sebuah pekerjaan abstrak yang mengandung sedikit hubungan ke skala fisik. Beck memusatkan pada kebutuhan pengguna dari bagaimana cara sampai dari satu stasiun ke stasiun yang lain dan di mana harus berganti kereta.
1950s, International Style
International atau Swiss style didasarkan pada prinsip revolusioner tahun 1920an seperti De Stijl, Bauhaus dan Neue Typography, dan itu menjadi resmi pada tahun 1950an. Grid, prinsip matematika, sedikit dekorasi dan jenis huruf sans serif menjadi aturan sebagaimana tipografi ditingkatkan untuk lebih menunjukkan fungsi universal daripada ungkapan pribadi.
1951, Helvetica
Diciptakan oleh Max Miedinger seorang perancang dari Swiss, Helvetica adalah salah satu tipe huruf yang paling populer dan terkenal di dunia. Berpenampilan bersih, tanpa garis-garis tak masuk akal berdasarkan pada huruf Akzidenz-Grotesk. Pada awalnya disebut Hass Grostesk, nama tersebut diubah menjadi Helvetica pada tahun 1960. Helvetica keluarga mempunyai 34 model ketebalan dan Neue Helvetica mempunyai 51 model.
1960s, Psychedelia and Pop Art
Kultur yang populer pada tahun 1960an seperti musik, seni, disain dan literatur menjadi lebih mudah diakses dan merefleksikan kehidupan sehari-hari. Dengan sengaja dan jelas, Pop Art berkembang sebagai sebuah reaksi perlawanan terhadap seni abstrak. Gambar dibawah adalah sebuah poster karya Milton Glaser yang menonjolkan gaya siluet Marcel Duchamp dikombinasikan dengan kaligrafi melingkar. Di cetak lebih dari 6 juta eksemplar.
1984, Émigré
Majalah disain grafis Amerika, Émigré adalah publikasi pertama untuk menggunakan komputer Macintosh, dan mempengaruhi perancang grafis untuk beralih ke desktop publishing ( DTP). Majalah ini juga bertindak sebagai suatu forum untuk eksperimen tipografi.
Referensi
www.sjrdesgrafison.blogspot.com
www.wikipedia.org